Total Tayangan Halaman

ARTIKEL AL ASMAUL HUSNA ALLAH ALMALIK

 ALLAH AL-MALIK 


Al-Malik artinya Allah Maha Merajai, Maha Menguasai seluruh alam semesta , Pemilik Segala Sesuatu. Allah adalah raja yang memiliki alam semesta. Kekuasaannya tidak terbatas, tidak dibatasi oleh waktu, tempat maupun keadaan. Allahlah Pengatur, Pemelihara, Pemberi rizki bagi seluruh makhluk-Nya.

Firman Allah SWT yang menunjukkan bahwa Allah Al-Malik bisa disimak dalam QS.Al-Mulk Ayat 1 :

 

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ

Artinya "Maha Suci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
            Allah dikatakan Al-Malik karena segala sesuatu yang ada di langit dan bumi serta seluruh alam semesta beserta isinya adalah milik-Nya. Allahlah raja yang sesunggunya yang berhak dan mampu mengatur ciptaan-Nya , menetapkan hukum, aturan dan takdir atas seluruh makhluk-Nya. Tak ada satupun yang mampu menolak hasil keputusan-Nya . Allahlah sumber segala kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki makhluk di dunia pada hakikatnya atas izin-Nya . Kekuasaan yang dimiliki makhluk terbatas dan hanya sementara

 

Firman Allah di dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 26

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya : "Katakanlah: Wahai Allah, Pemilik kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki..."
(QS. Ali Imran: 26)

            Sebagai pembuktian bahwa Allah al-Malik adalah Allah sebagai pencipta seluruh alam yang berarti Allahlah Sang Pemilik sejati. Semua makhluk membutuhkan Allah berupa rizki, kesehatan dan lainnya.  Kekusaan Allah berlaku selamanya sedangkan yang dimiliki makhluk merupakan titipan yang Allah amanahkan yang suatu saat akan dimbil kembali oleh Sang Pemilik sejati yakni Allah Al-Malik. Pembuktian Allah al-Malik bisa dilihat dari Penciptaan, kekuasaan dan kepemilikan-Nya atas seluruh alam.

Firman Allah dalam QS Al-Maidah ayat 120 :

لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا فِيْهِنَّ ۗوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya : "Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Maidah: 120)

            Dengan mengenal dan mempelajari nama Allah Al-Malik kita bisa terapkan dalam kehidupan sehar-hari dengan cara : Pertama,  Menyadari sepenuh hati bahwa yang kita miliki saat ini adalah milik Allah. Karena itu saat memiliki harta maupun jabatan jangan sombong karena semua itu titipan Allah. Kedua, menggunakan yang dititipkan Allah berupa harta, jabatan, kekuasaan, kesehatan untuk beribadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Sejati yaitu Allah al-Malik. Ketiga, bersikaplah adil dan bijaksana dengan amanah yang dititipkan kapada kita. Jangan menzhalimii orang lain. Keempat, tidak serakah dan tamak terhadap apa yang dititipkan Allah, tak perlu dengki dan iri terhadap karunia Allah yang diberikan kepada orang lain . Tetaplah selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, tetap rendah hati dengan harta dan jabatan yang Allah berikan kepada kita. Karena yang kita miliki saat ini tidak akan kekal, suatu saat akan diambil kembali oleh pemilik sejati yaitu Allah al-Malik.  Gunakan titipan Allah berupa harta dan jabatan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang.

Berikut ini kisah inspiratif yang dapat menjadi teladan bagi kita dalam meneladani nama Allah Al-Malik . Berikut kisahnya :

Diriwayatkan dalam kitab Siyaru A‘lām an-Nubalā’ karya Imam adz-Dzahabi, serta dalam kitab Zuhd karya Imam Ahmad, bahwa suatu ketika ‘Umar bin Khattab r.a. berjalan di pasar Madinah. Saat itu beliau adalah Amīrul Mukminīn (pemimpin seluruh kaum Muslimin), penguasa negeri yang wilayahnya membentang sangat luas: dari Persia hingga Syam.

Namun, orang-orang mendapati beliau hanya mengenakan pakaian tambalan, tanpa pengawal, dan makanannya roti kasar.Seseorang bertanya,
“Wahai Amirul Mukminin, engkau adalah pemimpin besar. Mengapa engkau hidup seperti orang biasa?” ‘Umar r.a. menangis lalu berkata:
“Demi Allah, aku hanyalah hamba Allah. Kalau aku hidup mewah dan sombong, maka aku telah lupa bahwa Al-Malik yang sejati hanyalah Allah Ta‘ala. Kekuasaan hanyalah titipan. Jika aku berbuat zalim, maka aku takut Allah akan mencabut amanah ini dariku dan menghisabku di hadapan-Nya.”

Beliau lalu membaca firman Allah:

تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ
“Engkau (ya Allah) memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau mencabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki...”
(QS. Āli ‘Imrān: 26)

Jakarta, 17 September 2025

Ditulis oleh : Saepul Rahman 


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Pengikut

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

POSTING TERBARU

MOTIVASI HIDUP

  • HIDUP LEBIH BERMAKNA JIKA BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN.
  • BAHAGIA DENGAN MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA
  • LURUSKAN NIAT AGAR KEBERKAHAN BISA DIDAPAT

HALAMAN

SALAM TA'ZHIM

Terima kasih telah berkunjung ke blog kami. Semoga memberikan manfaat dan menjadi ladang amal ibadah buat semua.